STIT YPI Al-Yaqin Muaro Sijunjung Gelar Studium Generale, Bahas Pendidikan Keagamaan Indonesia dan Turkiye

Muaro Sijunjung — Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) YPI Al-Yaqin Muaro Sijunjung menyelenggarakan Studium Generale (Kuliah Umum) pada Minggu, 6 September 2026, bertempat di Aula STIT YPI Al-Yaqin Muaro Sijunjung.
Kegiatan ini mengangkat tema “Pendidikan Keagamaan di Indonesia dan Turkiye: Sistem, Kurikulum, Peran Pemerintah, dan Tantangan Kontemporer.” Studium generale tersebut menjadi bagian dari upaya STIT YPI Al-Yaqin dalam memperluas wawasan akademik mahasiswa, khususnya terkait perkembangan pendidikan keagamaan dalam perspektif internasional.
Kegiatan menghadirkan Zulfikri, M.Hum., Ph.D., alumni S3 Bursa Uludağ University, Turkiye, sebagai narasumber. Kehadiran narasumber dengan pengalaman akademik di Turkiye memberikan kesempatan kepada mahasiswa dan civitas akademika untuk memperoleh pemahaman yang lebih luas mengenai sistem pendidikan keagamaan di negara tersebut serta perbandingannya dengan Indonesia.
Dalam pemaparannya, Zulfikri membahas sejumlah aspek penting pendidikan keagamaan, mulai dari sistem pendidikan, kurikulum, posisi dan peran pemerintah, hingga berbagai tantangan pendidikan keagamaan di era kontemporer. Perbandingan Indonesia dan Turkiye diharapkan dapat memberikan perspektif baru bagi mahasiswa dalam memahami dinamika pendidikan Islam di tengah perubahan sosial, teknologi, dan globalisasi.
Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Ketua STIT YPI Al-Yaqin Muaro Sijunjung, Yusriandi, S.Th.I., M.Hum., beserta unsur pimpinan, dosen, dan mahasiswa. Kehadiran pimpinan dan civitas akademika menunjukkan komitmen institusi untuk terus menghadirkan kegiatan akademik yang relevan dengan perkembangan pendidikan dan kebutuhan mahasiswa.
Studium generale berlangsung dalam suasana akademik yang interaktif. Mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk menyimak materi sekaligus memperluas wawasan melalui diskusi mengenai persamaan dan perbedaan pendidikan keagamaan di Indonesia dan Turkiye.
Melalui kegiatan ini, STIT YPI Al-Yaqin Muaro Sijunjung berharap mahasiswa tidak hanya memiliki pemahaman keilmuan yang kuat di tingkat nasional, tetapi juga mampu melihat pendidikan Islam dalam perspektif global. Wawasan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan yang semakin dinamis.
Studium Generale 2026 sekaligus menjadi momentum bagi STIT YPI Al-Yaqin Muaro Sijunjung untuk memperkuat budaya akademik, membuka ruang pertukaran pengetahuan, serta mendorong mahasiswa dan dosen untuk terus mengembangkan wawasan pendidikan Islam yang berorientasi pada perkembangan global

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *