Muaro Sijunjung– Setelah Ashar, selesai melaksanakan acara lomba MSQ dan Tabligh Akbar dalam rangka menyambut Maulid Nabi Muhammad Saw. 1447 H, keluarga besar Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al-Yaqin Muaro Sijunjung berwisata ke Air Terjun Palukahan, Minggu (14/09/2025). Ikut dalam kegiatan wisata alam ini Ketua STIT Sijunjung, para Wakil Ketua STIT Sijunjung, Kepala Unit Laboratorium, serta para mahasiswa dan mahasiswi.
Air Terjun Palukahan merupakan salah satu destinasi wisata yang termasuk dalam kawasan Geopark Ranah Minang Silokek yang memiliki luas 130 hektar atau 1.300 kilometer persegi yang meliputi dua kecamatan di Ranah Lansek Manih Sijunjung, yakni Kecamatan Sijunjung dan Kecamatan Sumpur Kudus. Secara administratif, Air Terjun Palukahan terletak di Jorong Koto Mudiak, Nagari Durian Gadang, Kecamatan Sijunjung.

Perjalanan menuju Air Terjun Palukahan dipandu oleh Welgi Syamsuardi, tokoh pemuda Nagari Silokek yang merupakan mahasiswa STIT Sijunjung. Menurutnya, Air Terjun Palukahan termasuk irisan yang tidak terpisahkan dari kawasan Geopark Ranah Minang Silokek Sijunjung. “Dari pelataran Geopark Ranah Minang Silokek, kita akan berjalan ke arah timur menuju Nagari Durian Gadang. Jaraknya sekitar 3 kilometer dari sini. Dari jalan utama, jaraknya sekira 500 meter dengan kontur medan yang menanjak, sempit, dan barangkali juga licin. Nanti tolong diperhatikan beberapa pantangan. Diantaranya dilarang berkata kotor, berbuat yang tercelah, dan membuang sampah sembarangan. Hati-hati di jalan, jaga kekompakan, dan perhatikan teman di sekitar karena kita memasuki kawasan hutan” terang mahasiswa pencinta alam yang juga alumni pondok pesantren yang berada di Kabupaten Agam tersebut.

Ketua STIT Sijunjung, Awang Ringgit, M.Sy., menyambut baik kegiatan tamasya ini. “Kegiatan plesiran seperti ini perlu kita agendakan secara berkala. Selain bentuk wujud syukur kita ke hadirat Illahi Rabbi, juga dalam rangka menjalin keakraban sesama civitas akademika dan keluarga besar STIT Sijunjung. Sekaligus dalam rangka mengenal tempat-tempat wisata di sekitar kita yang tidak kalah menariknya. Yang tidak kalah penting, tentu saja, betapa kecilnya kita di haribaan alam semesta atau makro kosmos yang membentang luas ini. Apalagi di hadapan Sang Khaliq yang menciptakan alam semesta, yakni Allah Swt., senyatanya kita begitu kecil dan bukan apa-apa. Yang lahir adalah sikap senantiasa bersyukur serta ketundukan hati terhadap Allah” tuturnya.

Abdul Karim, mahasiswa semester tujuh, sangat senang ikut berwisata ke Air Terjun Palukahan. “Alhamdulillah, senang bisa membersamai warga kampus plesiran tipis-tipis ke tempat eksotik dan cantik ini. Air terjun yang bertingkat begitu mempesona. Lingkungan yang masih asri, udara yang bersih, serta airnya yang jernih melahirkan decak kagum. Semakin bersyukur kepada Allah ‘azza wa jalla dan bersemangat meraih cita-cita. Sebagai mahasiswa dan calon pendidik, bukankah ini yang disitir filosofi adat Alam Takambang Jadi Guru itu? Alam semesta sebagai sumber belajar sekaligus laboratorium kehidupan. Ke depannya, semoga akses jalan menuju air terjun ini diperbaiki dan fasilitas di sekitarnya dilengkapi demi kenyamanan pengunjung” ucap aktivis yang menggerakan rumah tahfiz di kampung halamannya itu.
Harapan serupa juga disampaikan Suci Halimah Tusaqdiah, mahasiswi semester tujuh, yang terlihat antusias mengikuti tamasya ini. “Kegiatan hiking seperti ini perlu diagendakan. Untuk menjalin kebersamaan dan keakraban dengan segenap warga kampus. Apalagi masih termasuk dalam kawasan Geopark Ranah Minang Silokek Sijunjung yang terbilang alami dan eksotik. Pesona air terjunnya yang bertingkat, berair jernih, serta berudara sejuk dapat menghilangkan kesuntukan dan kepenatan akibat kesibukan masing-masing. Makanya, setibanya di air terjun ini, tidak tahan lagi untuk berswaphoto dan mandi-mandi. Bersama kawan-kawan merasakan sensasi air serupa bening kaca dan sejuk membuat hati dan pikiran jadi nyaman. Full fresh lagi” ungkap peraih Uni Talenta dalam ajang Pemilihan Uda-Uni Sijunjung 2024 tersebut. (Yap)
