Muaro Sijunjung– Minggu siang (17/08/2029), Kampus Pertemuan STIT YPI Al-Yaqin Muaro Sijunjung melakukan seleksi mahasiswa calon penerima beasiswa jalur tahfiz. Tim seleksi diketuai oleh Herdianto, M.Pd.I. dan ditambah dengan dua orang anggota, yakni Yusriandi, M.Hum. dan Hilmi, M.Pd.
Herdianto, M.Pd.I., ketua tim seleksi, mengatakan bahwa kegiatan seperti ini perlu dilakukan dan diupayakan berkelanjutan pada masa mendatang. “Ini merupakan terobosan dan inovasi dari pengelola kampus. Apalagi dalam pengamatan kami, mahasiswa STIT Sijunjung bersifat majemuk. Bukan hanya beragam dari sisi latar belakang pendidikan, asal-usul daerah, dan situasi ekonomi, tapi juga dari aspek bakat dan skil yang dimiliki mahasiswa” ujar pengampu matakuliah Sejarah Peradaban Islam tersebut.


Oleh sebab itu, tukuk jebolan pondok pesantren ternama dari Ponorogo Jawa Timur itu, keragaman merupakan anugerah yang patut disyukuri. Memberikan apresiasi kepada yang layak–apapun bentuknya dan berapapun nominalnya–menjadi nilai tambah tersendiri. “Apalagi ini apresiasi yang diberikan kepada penghapal Al-Qur’an. Al-Qur’an itu kitab suci, berasal dari Yang Maha Suci, dan hanya lekat di hati yang juga suci. Insya Allah, berkah untuk kita semua” harap Ketua Laboratorium Kampus Pertemuan yang beralamat di Jalan Lansek Manih, Pasar Jumat, Muaro Sijunjung itu.
Sementara itu, Hilmi, M.Pd., anggota tim penguji, sesudah seleksi mengatakan bahwa banyak mahasiswa STIT YPI Al-Yaqin Muaro Sijunjung yang memiliki hapalan Al-Qur’an. “Mungkin karena nervous sehingga terbata-bata. Bisa juga karena faktor jarang murajaah. Ke depannya semoga kita punya Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang konsen dengan kitab suci Al-Qur’an. Nanti ada divisi tilawah, divisi tafsir, divisi tahfiz, dan divisi kaligrafi” ungkap Ketua Unit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (UP2M) STIT YPI Al-Yaqin Muaro Sijunjung ini.


Latifah Zikra, mahasiswi semester tiga, senang sekali mengikuti seleksi beasiswa jalur tahfiz. Ia mendapat banyak pelajaran dan pengalaman untuk menjaga dan meningkatkan kualitas hapalannya. Bila dipercaya menjadi penerima manfaat beasiswa jalur tahfiz, ia punya target untuk dirinya, keluarga, dan kampus. “Beasiswa ini bukan hanya anugerah, melainkan juga amanah karena ada pertanggungjawaban di dalamnya. Secara pribadi, saya akan meningkatkan kualitas hapalan dan berdampak positif secara luas. Selain itu, semoga dengan beasiswa ini bisa membanggakan orang tua dan keluarga. Pun saya berharap bisa berkontribusi untuk kampus dengan aktif di lembaga kemahasiswaan dan bidang keagamaan” ucap tamatan pondok tahfiz yang ada di Kota Solok tersebut. (Yap)

luar biasa