Hafizah 30 Juz Ikut Tes Masuk STIT Al-Yaqin Muaro Sijunjung

Muaro Sijunjung– Sabtu (09/08/2025), dilaksanakan tes masuk Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al-Yaqin Muaro Sijunjung. Ujian masuk dibagi dalam dua sesi. Pada sesi pertama, calon mahasiswa mengikuti ujian secara tertulis. Pada sesi ini, calon mahasiswa diuji pengetahuan dan wawasannya tentang keislaman, keindonesiaan, dan keminangkabauan.

Wakil Ketua Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga STIT Al-Yaqin Muaro Sijunjung, Yusriandi, M.Hum., menegaskan bahwa trilogi keislaman, keindonesiaan, dan keminangkabauan sudah menjadi jati diri keilmuan dan kelembagaan kampus yang beralamat di Jalan Lansek Manih, Pasar Jumat, Muaro Sijunjung tersebut. “Aspek universalitas Islam, cinta tanah air Indonesia, serta kearifan lokal Minangkabau adalah tiga tema yang diujikan kepada calon mahasiswa. Nilai-nilai pokok yang terkandung dalam trilogi tersebut diharapkan menjadi rujukan dalam ucapan dan perbuatan bagi segenap civitas akademika kampus” ujarnya.

Sedangkan pada sesi kedua diproyeksikan untuk mengenal lebih dekat calon mahasiswa melalui proses wawancara mendalam. Pada sesi ini digali latar belakang keluarga dan asal sekolah, motivasi kuliah, serta penelusuran minat, bakat, dan prestasinya. Yogi Novrianda, S.Pd.I., panitia PMB STIT Al-Yaqin Muaro Sijunjung, merasa senang karena calon mahasiswa yang ikut tes memiliki keragaman latar belakang. “Beragamnya latar belakang calon mahasiswa yang mendaftar ke STIT Al-Yaqin Muaro Sijunjung membuktikan kampus ini sudah tidak asing bagi masyarakat. Kampus ini diminati calon mahasiswa yang berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat. Yang ikut tes hari ini berasal dari Pasaman Barat, Solok, dan Sijunjung. Ada yang hafal 3 juz dan bahkan ada yang hafal 30 juz” ucap Subbag Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama itu.

Elsi Safitri, calon mahasiswa asal Pasaman Barat yang hafizah 30 Juz, sangat antusias mengikuti tes masuk Kampus Pertemuan STIT Al-Yaqin Muaro Sijunjung. “Alhamdulillah, senang sekali hari ini. Bisa ikut seleksi ujian tulis dan wawancara. Setelah tes, terasa masih jauh ilmu dan wawasan yang saya miliki. Semoga hasilnya memuaskan” harap jebolan pondok pesantren dari Bekasi Jawa Barat yang bercita-cita menjadi guru tersebut.

Drs. Nasrul, M.MPd., Wakil Ketua Bidang Administrasi Umum, Keuangan, dan Sumber Daya, yang memantau pelaksanaan ujian masuk ikut bangga melihat antusiasme calon mahasiswa mengikuti ujian masuk dan kesigapan panitia menyiapkan bahan yang dibutuhkan. “Apresiasi tinggi kita ucapkan kepada seluruh panitia PMB. Terhadap calon mahasiswa yang berprestasi, terutama yang hafiz dan hafizah serta qari dan qariah, akan kita upayakan ada perlakuan khusus dari sisi pembiayaan. Seperti beasiswa dan pemotongan uang kuliah. Yang sudah jalan baru beasiswa yayasan dan beasiswa dari BAZNAS Provinsi. Semoga ke depan ada lagi skema pembiayaan kuliah bagi mahasiswa dari sumber lainnya” tegasnya. (Yap)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *