Fauza Fauzan-Elsi Safitri Dinobatkan Sebagai Peserta Terbaik Mastama STIT Sijunjung

Muaro Sijunjung– Minggu sore (24/08/2025), kegiatan Masa Taaruf Mahasiswa (Mastama) baru ditutup secara resmi oleh Ketua STIT Al-Yaqin Muaro Sijunjung. Hadir pada penutupan tersebut para wakil ketua dan ketua unit di lingkup Kampus Pertemuan serta panitia pelaksana dan peserta Mastama.

Pada acara penutupan tersebut, panitia Mastama juga mengumumkan peserta terbaik Mastama Tahun Akademik 2025/2026. Welgi Syamsuardi, Ketua Panitia Mastama, menyampaikan bahwa peserta terbaik harus memiliki sejumlah kriteria. “Yang jadi King atau peserta terbaik putra adalah mahasiswa yang aktif dalam kegiatan Mastama, mempunyai kepribadian yang baik. Selain itu, King yang terpilih kali ini dapat diandalkan dalam bidang keagamaan, seperti bisa jadi imam, khatib, zikir, dan berdoa. Kriteria yang sama juga ada pada peserta terbaik putri yang ditabalkan sebagai Queen. Malahan mahasiswi yang terbaik ini adalah hafizah 30 juz” tutur mahasiswa dari nagari Geopark Ranah Minang Silokek yang menjadi ikon pariwisata Kabupaten Sijunjung tersebut.

Kriteria yang disampaikan Ketua Panitia Mastama di atas juga disetujui oleh Maidiana, panitia Mastama lainnya. “Syarat jadi peserta terbaik, diantaranya punya bakat dan inisiatif, mengikuti rangkaian acara Mastama tanpa banyak drama. Selain itu, punya jiwa kepedulian terhadap sesama. Insya Allah, peserta terbaik Mastama tahun ini mempunyai kriteria seperti itu” tutur alumni salah satu madrasah terkenal di Ranah Lansek Manih Sijunjung itu.

Sementara itu, Fauza Fauzan, 20 tahun, peserta terbaik putra Mastama, merasa terkejut dengan keterpilihan dirinya sebagai King Mastama di STIT Al-Yaqin Muaro Sijunjung. “Alhamdulilah, terima kasih atas kepercayaannya. Semoga ini awal yang baik untuk mengarungi dunia akademik kedepannya” harap hafiz 3 juz jebolan salah satu pondok pesantren dari Kabupaten Solok itu.

Hal yang hampir sama juga disampaikan oleh Elsi Safitri, 19 tahun, yang dinobatkan sebagai peserta Mastama putri. Dirinya tidak menduga terpilih sebagai Queen Mastama. “Masya Allah, sebuah pencapaian yang tidak diduga sebelumnya. Saya berbahagia sekali. Semoga dengan ini saya lebih baik lagi kedepannya” ungkap hafizah 30 juz asal Pasaman yang merupakan tamatan pondok pesantren dari Bekasi Jawa Barat ini. (Yap)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *