Dosen STIT Sijunjung Ikut Konferensi Internasional Pendidikan Islam Di Asia Tenggara

Muaro Sijunjung– Kamis (14/08/2025), lima orang dosen STIT Al-Yaqin Muaro Sijunjung mengikuti Konferensi Internasional Pendidikan Islam yang ditaja secara daring. Lima orang dosen Kampus Pertemuan yang beralamat di Jalan Lansek Manih, Pasar Jumat, Muaro Sijunjung tersebut adalah Awang Ringgit, M.Sy., Yusriandi, M.Hum., Odsisa Putera, M.Pd.I., Emilza Tri Murni, M.A., dan Reno Andika, M.Pd.

Konferensi internasional yang mengambil tema “Tantangan dan Peluang Pendidikan Tinggi Islam di Asia Tenggara” ini menghadirkan lima narasumber yang berasal dari tiga negara, yakni Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Tiga pembentang makalah dari Indonesia adalah Prof. Dr. Martin Kustati, M.Pd., Dr. Sobri, M.A., dan Dr. Weti Susanti, M.A. Sedangkan dua orang lagi adalah Prof. Madya Dr. Azhar Jaafar (Malaysia) dan Prof. Dr. Sukree Langputeh (Thailand).

Awang Ringgit, M.Sy., Ketua STIT Al-Yaqin Muaro Sijunjung, memberikan apresiasi tinggi tentang keikutsertaan para dosen mengikuti alek akademik tingkat internasional ini. “Alhamdulillah, kegiatan-kegiatan seperti ini harus kita ikuti. Bagaimanapun kita sudah menjadi warga dunia. Setiap hal positif dan bermanfaat yang berasal dari belahan dunia mana saja, akan berupaya kita mengikutinya. Apalagi topiknya relevan dengan dunia pendidikan tinggi seperti konferensi ini” ungkapnya.

Pendapat serupa juga diketengahkan oleh Ketua Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) STIT Al-Yaqin Muaro Sijunjung. Ia mengatakan, “Banyak insight dan inspirasi yang kita peroleh dengan mengikuti kegiatan akademik bertaraf internasional seperti ini. Kami dari Prodi akan selalu memotivasi para dosen untuk mengikuti kegiatan serupa ini. Bila hari ini para dosen sebagai peserta, semoga lain waktu bisa menjadi narasumber”.

Hilmi, M.Pd., Ketua Unit Penelitian dan Pengabdian kepada Madyarakat (UP2M) STIT Al-Yaqin Muaro Sijunjung, melihat konferensi ini sebagai persiapan akreditasi Prodi PAI Tahun 2026 mendatang. “Kegiatan akademik yang bernuansa internasional seperti ini harus sering diikuti oleh para dosen di lingkungan STIT Al-Yaqin Muaro Sijunjung. Bila sertifikatnya ada, tentu poin nilainya ada. Kalau kegiatannya bersifat internasional, tentu akan mengatrol nilai akreditasi Prodi kita” tukuknya. (Yap)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *