Silokek, 28 November 2025 — Suasana penuh khidmat menyelimuti Rumah Godang Dt Kali Bandaro pada prosesi batagak pangulu Suku Malayu Godang, Jumat (28/11). Dalam tradisi adat yang sarat makna tersebut, Welgi Syamsuardi—mahasiswa aktif STIT YPI Al-Yaqin Muaro Sijunjung—secara resmi dikukuhkan sebagai Dt Pangulu Majo, sebuah gelar adat terhormat dalam struktur kepemimpinan kaum Malayu Godang.


Rangkaian prosesi dimulai dengan berkumpulnya para ninik mamak di Masjid Baitul Makmur Silokek. Dengan penuh kekompakan, para pemangku adat kemudian berjalan kaki/warga nagari Silokek biasa menyebutnya “ba arak” bersama menuju Rumah Godang Dt Kali Bandaro sebagai simbol persatuan dan penghormatan terhadap adat Minangkabau.
Setiba di rumah godang, dilaksanakan peninjauan kehadiran urang nan ampek suku oleh tuan rumah melalui tukang pidato. Posisi duduk ninik mamak turut diteliti dengan saksama agar tidak terjadi kekeliruan tempat duduk yang menyangkut hubungan ipar, bisan, maupun struktur penghulu.
Acara berlanjut dengan penyampaian hidangan makan kotan jo dadiah. Setelah makan bersama, seluruh niniak mamak dan hadirin sepakat melakukan sholat Jumat terlebih dahulu, sebelum kemudian melanjutkan prosesi inti batagak pangulu.
Usai sholat Jumat, acara inti dimulai kembali di Rumah Godang dengan: 1. Pidato ka makan, 2. Pidato batagak gala pangulu. Prosesi dilanjutkan dengan ritual adat seperti, “pulang ka bako rumah bapak, di parak tumbuah lah capo, hutang adat di Junjuang mamak, hutang Syara’ ka baban ibu dan bapo. mano hutang Syara’: turun mandi,siriah pinang, akikah,sunat rasul, nikah kawin. turut mewarnai jalannya prosesi.
Pada kesempatan itu juga dilaksanakan akikah untuk 13 orang, bainduak 4 orang, sunat Rasul 4 orang, serta basiriah pinang 2 orang. Kemudian dibacakan Ikrar Sumpah Sotiah, sebagai tanda kesetiaan penerima gelar terhadap suku, adat, dan amanah kepemimpinan.
Puncak acara ditandai dengan penobatan Welgi Syamsuardi sebagai Dt Pangulu Majo, yang dikukuhkan langsung oleh Pangulu Pucuak/Urang Pisoko/Urang Godang, yakni Mayarman Dt Kali Bandaro.

Hadir pula dalam acara tersebut, anggota DPRD Kabupaten Sijunjung Novriadi Zulka, SH, yang memberikan sambutan sekaligus mengapresiasi keberlangsungan adat sebagai bagian penting dari identitas masyarakat Minangkabau. kemudian ditutup dengan doa bersama.
Pada malam harinya, prosesi dilanjutkan dengan titah turun dari Pangulu Pucuak kepada ninik mamak empat suku, disertai parundingan serta makan bersama/bajamba (makan kapalo kerbau/jawi), sebagai lambang kokohnya musyawarah dan kekeluargaan dalam adat Minangkabau. (op)
