Memasuki Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026, civitas akademika Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al-Yaqin Muaro Sijunjung menyambutnya dengan menyepakati sejumlah keputusan yang strategis. Diantaranya adalah dosen dan mahasiswa membaca Al-Qur’an bersama pada setiap jam pertama perkuliahan.
Tadarus tersebut kemudian dituangkan dalam Surat Edaran Ketua STIT Al-Yaqin Muaro Sijunjung Nomor 01 Tahun 2025 yang ditanda tangani oleh Ketua STIT Sijunjung, Awang Ringgit, M.Sy. Dalam surat edaran itu dosen dan mahasiswa diminta supaya meluangkan waktu sekira 7 (tujuh) menit untuk mengaji bersama sebelum mengawali perkuliahan pada jam pertama.

Yusriandi, M.Hum., Wakil Ketua Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga STIT Al-Yaqin Muaro Sijunjung, menyambut baik surat edaran tentang tadarus Al-Qur’an. “Ini hal positif yang perlu kita sambut dengan hati yang lapang. Al-Qur’an adalah nur atau cahaya. Semoga dengan bertadarus, semua kegiatan kita di kampus mendapat ridha Allah Swt. Berada di bawah naungan cahaya Al-Qur’an merupakan sebuah anugerah. Semoga dosen dan mahasiswa konsisten menjalaninya demi kebaikan kita bersama” ungkap pengampu matakuliah Tafsir Hadis tersebut.
Senin (01/09/2025), mahasiswa semester tiga reguler terlihat khusyuk dan khidmat mendaras kitab suci Al-Qur’an bersama di kelas dengan dipandu Herdianto, M.Pd.I. “Alokasi waktu tujuh menit tersebut dapat digunakan untuk membaca satu rukuk ayat Al-Qur’an. Rukuk yang disimbolkan dengan huruf ‘ain pada pinggir mushaf Al-Qur’an adalah tanda pembagian secara tematis dari ayat-ayat Al-Qur’an yang memiliki kesamaan topik dan kesatuan tema. Selain itu, lambang huruf ‘ain tersebut juga merupakan isyarat gerakan membungkuk dalam shalat yang disebut dengan rukuk. Tujuh menit atau satu rukuk membaca ayat Al-Qur’an sudah cukup untuk mencari keberkahan bersama di institusi kita ini” terang tamatan kampus binaan K.H. Ma’ruf Amin yang terletak di Tanjung Priok Jakarta Utara itu.
Sabrinadira, mahasiswi semester tiga kelas reguler, mendukung sekali surat edaran Ketua STIT Al-Yaqin Muaro Sijunjung itu. “Insya Allah membawa kebaikan dan keberkahan. Membiasakan yang baik, di tempat yang baik, disertai niat yang baik, tentu akan menghasilkan limpahan kebaikan yang tak terkira di sisi Allah ‘azza wa jalla. Diharapkan ke depan tidak ada tamatan PAI atau guru PAI yang tidak lancar membaca Al-Qur’an” ucap peserta terbaik mahasiswi (queen) Mastama STIT Al-Yaqin Muaro Sijunjung 2024 tersebut.
Apresiasi yang sama disampaikan oleh Defni Viola Putri, mahasiswi semester tiga kelas non reguler, yang berasal dari nagari tempat pendeklarasian Kabupaten Sijunjung. “Tadarus Al-Qur’an sekitar tujuh menit sebelum mengawali perkuliahan pada jam pertama sangatlah baik. Kita apresiasi. Sebab bagi yang lupa membaca Al-Qur’an karena satu dan lain hal, dapat ditebus dengan membacanya secara bersama di kampus. Selain itu, membaca Al-Qur’an sebelum kuliah dimulai, membuat hati tenang dan damai. Bisa jadi resonansi jiwa. Apalagi bagi kawan-kawan mahasiswa dan mahasiswi yang terburu ke kampus. Baik karena tinggal jauh dari kampus atau sebab takut terlambat kuliah” ujar tamatan madrasah terkenal yang berada di Padang Sibusuk Kupitan itu. (Yap)
