Kuliah Umum STIT Sijunjung Hadirkan Prof. Zulfani Sesmiarni, M.Pd.

Muaro Sijunjung– Dalam rangka mengawali perkuliahan Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026, STIT Al-Yaqin Muaro Sijunjung akan menggelar kuliah umum (studium generale), Minggu (31/08/2025). Mengangkat tema “Perguruan Tinggi Berdampak: Pilar Inovasi, Sains, dan Solusi Mewujudkan Indonesia Emas”, kampus yang beralamat di Jalan Lansek Manih, Pasar Jumat, Muaro Sijunjung tersebut menghadirkan Prof. Zulfani Sesmiarni, M.Pd. dari UIN Sjech Djamil Djambek Bukittinggi.

 

Menurut Ketua STIT Al-Yaqin Muaro Sijunjung, Awang Ringgit, M.Sy., Prof. Zulfani Sesmiarni, M.Pd. merupakan profesor kedua yang menjadi narasumber kuliah umum di STIT Sijunjung. “Insya Allah, kuliah umum kita besok menghadirkan Prof. Zulfani Sesmiarni, M.Pd. Beliau Guru Besar kedua yang menjadi narasumber kuliah umum di kampus kita. Pertama adalah Profesor Hasan Zaini, MA., Ketua STIT Sijunjung pertama, mantan Wakil Bupati Sijunjung, dan mantan Rektor UIN Mahmud Yunus Batusangkar. Namun demikian, Profesor Zulfani merupakan narasumber perempuan pertama di kampus kita yang memberikan kuliah umum” terangnya.

Pengampu matakuliah Hukum Islam itu mengharapkan civitas akademika untuk mengikuti kuliah umum dengan baik dan memperhatikan secara sungguh materi yang diberikan oleh profesor muda kelahiran Jorong Koto Panjang, Nagari Limo Koto, Tanjuang Ampalu, Sijunjung itu. “Beliau ini meraih profesor dalam usia muda, pakar teknologi pendidikan, dan dosen di pascasarjana. Semoga kehadiran beliau ke kampus kita mampu menginspirasi, memotivasi diri, serta memperluas cakrawala kita dalam mengembangkan diri pada masa mendatang” lanjutnya.

Odsisa Putera, M.Pd.I., ketua panitia kuliah umum, menambahkan bahwa tema kuliah umum yang akan disampaikan oleh Profesor Zulfani Sesmiarni, M.Pd. sangat menarik dan relevan dengan konteks kekinian. “Tema kuliah umum kita tahun ini sangat menarik dan kekinian. Sebagai ahli teknologi pendidikan, tentu Profesor Zulfani akan memberikan paparan bagaimana kontribusi perguruan tinggi bisa membaca persoalan yang menghadang terwujudnya Indonesia Emas pada tahun 2045 serta mendedahkan solusinya secara bernas” ucap Wakil Ketua Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama STIT Al-Yaqin Muaro Sijunjung tersebut.

Sementara itu, Muhammad Zikri, mahasiswa semester tujuh, sangat antusias menyambut alek akademik penting ini. “Membincangkan Indonesia Emas tentu menarik sekali. Apalagi narasumbernya adalah profesor muda dimana tema yang diangkat sesuai dengan bidang kepakarannya. Kita sebagai mahasiswa tentu antusias dan menyambut kegiatan semenarik ini dengan segenap sukacita” ucap mahasiswa asal Jambi yang akan melaksanakan PPL di Malaysia pada bulan November mendatang itu. (Yap)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *