Engkizar Narasumber Penulisan Artikel Ilmiah Bereputasi Di STIT Sijunjung

Muaro Sijunjung– STIT Al-Yaqin Muaro Sijunjung mengadakan workshop tentang pengelolaan jurnal profesional dan penulisan artikel ilmiah bereputasi di Ruang Serbaguna kampus setempat, Minggu (23/02/2025). Sebagai narasumber, kampus yang beralamat di Jalan Lansek Manih, Pasar Jumat, Muaro Sijunjung tersebut, menghadirkan pakar jurnal dari Universitas Negeri Padang (UNP), Engkizar, S.IQ., S.Pd.I., M.Ed.

Ketua STIT Al-Yaqin Muaro Sijunjung, Awang Ringgit, M.Sy., dalam hantaran katanya mengucapkan selamat datang dan terima kasih karena bersedia menjadi narasumber workshop. “Selamat datang kami ucapkan kepada Bapak Engkizar beserta tim di kampus STIT Al-Yaqin Muaro Sijunjung. Terima kasih telah meluangkan waktu memenuhi undangan kami. Besar harapan kami supaya Bapak dan tim bersedia membimbing kami mengelola jurnal secara profesional dan menulis artikel ilmiah bereputasi. Kepada para dosen dan pengelola jurnal, mari kita ikuti workshop ini dengan sebaik-baiknya” ucapnya.

Pengampu matakuliah Hukum Islam ini melanjutkan bahwa mengelola jurnal yang baik dan menghasilkan artikel ilmiah bereputasi butuh proses dan waktu. “Mengelola jurnal ilmiah dan menghasilkan artikel berkualitas tidak bisa sim salabim. Butuh proses dan waktu yang tidak sedikit. Untuk menyederhanakan proses dan memangkas waktunya supaya apa yang diniatkan tercapai, tentu butuh mentor yang berpengalaman. Untuk itulah kita menghadirkan Bapak Engkizar beserta tim ke tempat kita hari ini. Kita punya dua jurnal, yaitu Muaddib untuk pendidikan Islam dan JISSS untuk studi Islam” ungkapnya.

Engkizar, S.IQ., S.Pd.I., M.Ed., mengawali pemaparannya dengan memotivasi pengelola jurnal dan para dosen untuk memperbaiki cara pandangnya terhadap pengelolaan jurnal dan artikel ilmiah. “Mengelola jurnal itu sebenarnya tidak terlalu sulit. Yang penting berani memulai, rajin bertanya, dan sharing dengan pengelola jurnal di tempat lain. Upgrade terus pengetahuan tentang pengelolaan jurnal” terang Founder Pusat Kajian dan Pengembangan Studi Islam Internasional itu.

Berkaitan dengan penulisan artikel ilmiah bereputasi, pemilik empat h-indek Scopus itu menerangkan bahwa menulis bagi dosen merupakan suatu kewajiban. “Menulis artikel ilmiah bukan sebatas untuk pelaporan beban kerja dosen (BKD), tetapi juga bentuk pertanggungjawaban akademik terhadap pengembangan ilmu pengetahuan. Menulis artikel ilmiah itu butuh keberanian, komitmen, dan ketekunan. Tanpa semua ini menulis terasa berat dan akan jadi beban. Nanti bila level jurnalnya sudah baik atau artikelnya diterbitkan pada jurnal bereputasi, otomatis akan mengatrol akreditasi kampus dan jabatan fungsional dosen. Bila ekosistem jurnal terkelola secara baik, kesejahteraan finansial pengelola dijamin ikut membaik” terangnya.

Emilza Tri Murni, MA., pengelola jurnal Muaddib, menyampaikan banyak pengetahuan dan pengalaman setelah mengikuti workshop. “Setelah mengikuti workshop ini, saya jadi tahu cara menulis artikel ilmiah dan mengelola jurnal yang baik. Kuncinya mulai dengan keberanian, pupuk komitmen, dan telaten menjalaninya” terang Ketua Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) itu. Hal yang sama juga diutarakan Odsisa Putera, M.Pd.I., pengelola website kampus. “Banyak insight dan trik yang saya dapatkan dari workshop ini. Manajemen jurnal, penulisan artikel bereputasi, dan pengelolaan website” terang Wakil Ketua Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama tersebut. (Yap)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *